Sungguh berita yang membuat saya pribadi tertawa geli dengan adanya argumen konyol seperti itu. Bagaimana mungkin mereka bisa menganggur ? Mereka bukan menganggur, menurut saya mereka TIDAK MAU BEKERJA. Sebab, setelah lulus SMA Sederajat, mereka menganggap akan mendapat pekerjaan yang standard gajinya minimal UMR, dengan fasilitas yang memadai, 'ngantor' di perusahaan ternama, dan mendapat tunjangan yang bermacam-macam jenisnya. Dan yang kedua adalah, mereka bukan menganggur, karena mereka menunggu masuk kuliah. Jadi saya bisa berasumsi bahwa mereka para pengangguran tersebut menginginkan penghargaan yang sederajat pula dengan yang lebih tinggi level pendidikannya.

Anda pasti tahu, zaman sekarang ini banyak pekerjaan-pekerjaan praktis yang tidak membutuhkan modal otak cerdas. Profesi praktis tersebut hanya membutuhkan otot beton, kemauan, niat, dan jiwa produktif. Anda juga pasti tahu terdapat banyak sekali lowongan kerja yang sangat memenuhi koran-koran harian Anda. Bagaimana mungkin mereka 18000 lulusan SMA Sederajat tersebut menganggur ? Saya tidak menyedutkan mereka para pengangguran yang sebanyak 18000 jiwa itu, saya hanya tertawa geli dengan argumen itu. image

Sungguh tidak masuk akal berita tersebut. Tak perlu capek-capek untuk mengantisipasi pengangguran tersebut. Lapangan kerja pasti bertambah, dan pemalas pun seiring berjalan bersama juga bertambah. Dan itu akan berdampak pada koran-koran harian Anda makin penuh dengan lowongan kerja. 18k lulusan SMA sederajat menganggur, salah pemerintah ! image Pernyataan yang konyol dan tidak berdasar.

Ok, Anda bisa berkata bahwa perusahaan-perusahaan tersebut enggan menerima anak-anak lulusan SMA Sederajat. Bagaimana mungkin mereka menolak, padahal mereka tidak menerima surat lamaran kerja mereka para pengangguran yang katanya berjumlah 18k orang. Malah para pengusaha-pengusaha menerima surat lamaran dari lulusan D3 hingga S1. Jadi mereka pengangguran tersebut bisa saya asumsikan bahwa mereka tidak mengerti cara membuat surat lamaran. image

Saya hanya bisa memberikan pesan-pesan kepada para pengangguran yang dipublikasikan sebanyak 18k itu. Yang lulusan SMA Sederajat itu. Berikut pesan-pesan saya untuk Anda para penganggur tersebut :

  1. Berharaplah saja gaji tinggi dan banyak tunjangan, karena hidup tanpa harapan itu tersesat
  2. Gunakan otot beton, kemauan, niat, dan jiwa produktif Anda
  3. Tolak perkataan "Pengangguran", jadikanlah sebagai perkataan "Job Hunter"
  4. Bangunlah lebih pagi untuk mencari lowongan kerja di internet dan koran
  5. Lamarlah semuanya dengan Surat Lamaran Elektronik jika kesulitan menggunakan Surat Lamaran Kertas
  6. Buanglah kekonyolan pikiran Anda yang sungguh dungu, sangat tolol, logika berpikir Anda yang dangkal seperti parit yang kotor dan bau itu
  7. Akuilah Anda orang tidak berezeki, tidak beruntung dan sungguh tidak dekat dengan Allah, bahkan dekat dengan para penyamun
  8. Ubahlah cara pandang Anda mengenai bekerja sesuai bidang, karena bidang yang mengikuti Anda, bukan Anda yang mengikuti bidang
  9. Berpikirlah dan beranggaplah Anda itu miskin, melarat, dan tidak punya uang secara nyata, karena memang kenyataannya seperti itu kan?
  10. Sudah miskin, melarat, tidak punya uang, dungu, logika berpikir dangkal, tolol, tindakannya konyol, tidak dekat dengan Allah, kumpulannya penyamun, tidak berezeki, tidak beruntung, tapi masih bisa baca posting ini, bergegaslah, mau tunggu apa lagi? Mau mati muda?

 

Itulah ke-10 pesan-pesan saya untuk para pengangguran yang disebut-sebut berjumlah 18k lulusan SMA Sederajat. Saya tidak akan memberikan solusi kepada penganggur pemalas. Dan ke-10 pesan saya itu bukan solusi, itu hanya pesan-pesan saya. Hanya para Job Hunter lah yang mendapatkan solusi. Wahai para penganggur yang juga pemalas, salahkanlah saja pemerintahan terus, niscaya tingkatan hidup Anda tetap di tempat bahkan lebih ke bawah lagi. image

Pemerintah telah berupaya terus menerus untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang bertujuan untuk menekan pengangguran, dan pemerintah tidak berhenti hingga hari ini. Yang berhenti itu Anda, wahai para penganggur pemalas. Para penganggur pemalas adalah beban bagi pemerintahan. Beban berat pula bagi keluarganya (yang masih punya keluarga sih) image

Lapangan kerja sangat tersedia banyak, hanya para penganggur pemalas yang tidak bergegas melamar kerja. Kalau toh pun melamar, permintaan para penganggur pemalas itu sungguh tidak masuk akal, karena para penganggur pemalas itu memang bisanya hanya berfantasi ria. Para penganggur pemalas itu tidak bisa melihat realita hidup.

Salah siapa ? Salah pemerintah. image

Jangan-jangan para penganggur pemalas itu kebanyakan makan micin juga. image

Latest comments